CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »
Tampilkan postingan dengan label Parents. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parents. Tampilkan semua postingan

Kamis, November 27, 2008

Burung gagak ( Source : Internet)

Satu kisah yang menarik untuk dijadikan teladan

Pada suatu sore seorang ayah bersama anaknya yang baru saja menamatkan
pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan
suasana di sekitar mereka.

Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pohon.

Si ayah lalu menunjuk ke arah gagak sambil bertanya,
"Nak, apakah benda tersebut?"
"Burung gagak...", jawab si anak.

Si ayah mengangguk-angguk, namun beberapa saat kemudian mengulangi lagi
pertanyaan yang sama.
Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab
dengan sedikit keras, " Burung Gagak Ayah!!"

Tetapi sejenak kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama.
Si anak merasa agak marah dengan pertanyaan yang sama dan diulang-ulang,
Lalu menjawab dengan lebih keras, "BURUNG GAGAKK!!"

Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi mengajukan
pertanyaan yang sama sehingga membuatkan si anak kehilangan kesabaran dan
menjawab dengan nada yang ogah-ogahan menjawab pertanyaan si ayah,
"ITUUU BURUNG GAGAK AYAHHHH.......".

Tetapi kembali mengejutkan si anak, beberapa saat kemudian si ayah sekali
lagi membuka mulut hanya untuk bertanyakan pertanyaan yang sama.
Dan kali ini si anak benar-benar kehilangan kesabaran dan menjadi marah.

"AYAHH!!! saya tidak mengerti ayah itu mengerti atau tidak sih...
Tapi sudah lima kali ayah menanyakan pertanyaan tersebut
dan sayapun sudah memberikan jawabannya.
Apakah yang ayah ingin saya katakan????
ITU BURUNG GAGAGAKK...BURUNG GAGAGAKKKKK.... AYAH.....",
kata si anak dengan nada yang begitu marah.

Si ayah kemudian bangkit menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang
terheran-heranpinga. Sebentar kemudian si ayah keluar lagi dengan membawa
sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih
marah dan bertanya-tanya. Ternyata benda tersebut sebuah diari lama.
"Coba kau baca apa yang pernah ayah tulis di dalam diari itu", pinta si
ayah.

Si anak taat dan membaca bagian yang berikut..........
"Hari ini aku di halaman bersama anakku yang genap berumur lima tahun.

Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon. Anakku terus menunjuk ke arah
gagak
dan bertanya, "Ayah, apakah itu?".
Dan aku menjawab, "Burung gagak".

Walau bagaimana pun, anak ku terus bertanya pertanyaan yang sama
dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama.
Sampai 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayang
aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya.
Aku berharap bahwa hal tersebut menjadi suatu pendidikan yang berharga."

Setelah selesai membaca bagian tersebut si anak mengangkat muka memandang
wajah si ayah yang kelihatan sayu.

Si ayah dengan perlahan bersuara, "Hari ini ayah baru menanyakan kepadamu
pertanyaan yang sama sebanyak lima kali, dan kau telah kehilangan
kesabaran
dan marah."

HIKMAH :
HORMATILAH AYAH DAN IBUMU SUPAYA LANJUT UMURMU
DI TANAH YANG DIBERIKAN TUHAN ALLAHMU KEPADAMU

Jumat, November 21, 2008

Bukan Aku Tak CintaSumber (Disadur dari "Tulang Rusuk", oleh Michael, diadaptasi oleh Ev.Sugeng Wiguno)

Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal".

Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya. Pukul 18.30. Tinnn........... Tiiiinnnnn.............. !! Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke rumah. Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga.
Bagi si kecil Cassie juga yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil, Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang, Mama dan Papa pulang. "Mama, mama.... Mama, mama...." Cassie menggerak-gerakkan tangan Mama. Mama diam saja. Dengan cemas Cassie bertanya, "Mama sakit ya? Mananya yang sakit? Mam, mana yang sakit?" Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata. Cassie makin gencar bertanya, "Mama, mama... mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?" Tiba-tiba... "Cassie!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!" Mama membentak dengan suara tinggi. Kaget, Cassie mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung. Cassie salah apa? Cassie sayang Mama... Cassie salah apa? Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Cassie terus bertanya-tanya: Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Cassie? Cassie mengganggu Mama? Cassie tidak boleh sayang Mama?
Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan otak kecil Cassie merekam semuanya. Maka tahun-tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah tinggi. Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa. TIN TIIIN ! Mama pulang. Papa pulang. Cassie menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu. Menghilang dari pandangan. "Cassie mana?". "Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya." Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.
Di atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat dimana ia tidak akan terluka. Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?

.Meja Kayu~Author Unknown

Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu,tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun,sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendokdan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itutumpah membasahi taplak.Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semuaini. "Kita harus lakukan sesuatu, " ujar sang suami. "Aku sudahbosan membereskan semuanya untuk pak tua ini." Lalu, kedua suami-istri inipun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedihdari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput sikakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia takmenjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.
Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedangmemainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedangmembuat apa?". Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu buatayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudutitu, dekat tempat kakek biasa makan." Anak itu tersenyum dan melanjutkanpekerjaannya.Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka takmampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka.Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama

IBUNDA KENAPA ENGKAU MENANGIS (dapet dari email)

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya.
"Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah
seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya
hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah
mengerti...."

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis?
Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?" Sang ayah menjawab,
"Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang
bisa diberikan ayahnya. Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja
dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pad! a suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan.
" Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?" Dalam mimpinya, Tuhan
menjawab:
"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya,
walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala
bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi
dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima
cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang
menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih,
walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua
anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak
jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.
Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pad a bayi-bayi yang
terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan
saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa
sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah
yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian
dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah
melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji
setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar,
saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya.
Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia
inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita,
walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan! ".

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup,
karena di kakinyalah kita menemukan surga.

Rabu, November 19, 2008

A d a te !

After 21 years of marriage, my wife wanted me to take another woman out to dinner and a movie. She said I love you but I know this other woman loves you and would love to spend some time with you. The other woman that my wife wanted me to visit was my MOTHER, who has been a widow for 19 years, but the demands of my work and my three children had made it possible to visit her only occasionally. That night I called to invite her to go out for dinner and a movie. "What's wrong, are you well," she asked? My mother is the type of woman who suspects that a late night call or a surprise invitation is a sign of bad news. "I thought that it would be pleasant to be with you," I responded. " Just the two of us. " She thought about it for a moment, and then said, " I would like that very much."
That Friday after work, as I drove over to pick her up I was a bit nervous. When I arrived at her house, I noticed that she, too, seemed to be nervous about our date. She waited in the door with her coat on. She had curled her hair and was wearing the dress that she had worn to celebrate her last wedding anniversary. She smiled from a face that was as radiant as an angel's. "I told my friends that I was going to go out with my son, and they were impressed, "she said, as she got into the car. "They can't wait to hear about our meeting". We went to a restaurant that, although not elegant, was very nice and cozy. My mother took my arm as if she were the First Lady. After we sat down, I had to read the menu. Large print. Half way through the entries, I lifted my eyes and saw Mom sitting there staring at me. A nostalgic smile was on her lips. "It was I who used to have to read the menu when you were small," she said. "Then it's time that you relax and let me return the favor," I responded. During the dinner, we had an agreeable conversation - nothing extraordinary, but catching up on recent events of each other's life. We talked so much that we missed the movie.
As we arrived at her house later, she said, "I'll go out with you again, but only if you let me invite you." I agreed. "How was your dinner date ?" asked my wife when I got home. "Very nice. Much more so than I could have imagined," I answered. A few days later, my mother died of a massive heart attack. It happened so suddenly that I did to do anything for her. Some time later, I received an envelope with a copy of a restaurant receipt from the same place mother and I had dined. An attached note said: "I paid this bill in advance. I wasn't sure that I could be there; but nevertheless, I paid for two plates - one for you and the other for your wife. You will never know what that night meant for me.. I love you, son." At that moment, I understood the importance of saying in time: " I LOVE YOU!" and to give our loved ones the time that they deserve.
Nothing in life is more important than God and your family. Give them the time they deserve, because these things cannot be put off till "some other time."

Tau gak kenapa di Changi yang jadi cleaning service dsb manula ?

Ini Alasannya

Really nice story?

Semoga dapat diambil hikmahnya !!!!

Beberapa dekade lalu, saat Mr Lee senior masih menjadi PM S'pore,dinegara itu pernah terjadi hal yg sgt menghebohkan karena masalah keluarga.
Ada org kaya di sana yg sdh istrinya sdh lama meninggal. Dia mempunyai seorg anak laki2. Dan stlh anak tsb menikah, minta ijin kepada ayahnya utk tinggal bersama.
Dan ayahnyapun dgn senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal ber-sama2 dengannya di apartmentnnya yg luas dan mewah.
Ayahnya ini sgt mencintai anak tunggalnya, dan krn dia merasa sdh tua,maka dia menghibahkan seluruh harta kekayaan termasuk apartment yg mrk tinggali, diatasnamakan ke anaknya itu.
Tahun2 berlalu, seperti biasa, masalah klasik dlm rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dgn org tua, entah sebab mengapa, suatu hari mrk bertengkar hebat, yg pada aknirnya, anaknya mengusir ayahnya keluar dr apartment mrk. Krn seluruh hartanya sdh diberikan
kpd anaknya, mulai hari itu dia menjadi pengemis di Orchard Rd. Bayangkan, org kaya dan
terkenal di Spore, tiba2 menjadi pengemis! Suatu hari, ada temannya wkt mau memberikan sedekah, dia lsg mengenali si ayah ini dan menanyakan kpdnya, apakah anda Mr. X. Tentu sj, si ayah malu dan menjwb bukan.
Tetapi temannya curiga dan yakin, bhw Mr X itu adalah temannya yg sdh bbrp lama tdk ada kbr beritanya. Kmd, temannya ini mengabarkan hal ini kpd teman2nya yg lain, dan mrk ber-sama2 mendatangi si ayah.
Ada 1 sahabat karibnya yg lsg yakin bhw pengemis itu adl Mr X. Dan dihadapan para sahabatnya, si ayah dgn menangis ter-sedu2, dia menceritakan semua kejadian yg sdh dialaminya. Maka, terjadilah kegemparan di sana, krn semua org tua merasa sgt marah
thd anak yg sgt tdk berbudi itu.
Kegemparan ini akhirnya terdengar sampai ke PM Lee. PM Lee sgt marah dan langsung memanggil anak n menantu si ayah. Ke 2 org tsb dimaki2 dan dimarahi habis2an oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan "sgt memalukan bhw di spore ada anak pu thauw seperti mrk" . Lalu PM Lee memanggil notaris dan saat itu jg surat hibah itu dibatalkan demi hukum!
Dan surat hibah yg a.n. anaknya tsb disobek2 oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik si
ayah diatasnamakan Mr X lagi. Lalu, anak menantu itu sejak saat itu dilarang masuk ke apartment ayahnya.
Mr Lee ini ternyata terkenal sebagai org yg sgt berbakti kpd org tuanya dan menghargai para lansia. Sehingga, agar kejadian serupa tdk terulang lg, Mr Lee mengeluarkan dekrit yaitu larangan kpd para org tua utk tdk menghibahkan harta bendanya kpd siapapun sblm mrk
meninggal. Kmdn, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hg akhir hayatnya, maka
dia buat dekrit lg, yaitu memberi pekerjaan kpd para lansia. Agar para lansia ini tdk tergantung kpd anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mrk sgt bangga bisa memberi angpao kpd cucu2nya dr hsl keringat mrk sendiri selama 1th bekerja. Yaitu dgn cara, semua toilet di Changi Airport, mall, restaurant, petugas cleaning service adl para lansia. Jadi selain para lansia itu juga bahagia kr diusia tua mrk msh bisa bekerja, jg mrk bisa bersosialisasi dan sehat krn banyak bergerak. Kenapa mrk tdk diberi pekerjaan di kantor dsbnya? itu tdk mungkin! krn lansia itu bkn org yg berpendidikan tinggi dan sebagian bsr adl mantan ibu2
rumah tangga 100%. Dan jg memberikan pendidikan sosial yg sgt bagus buat anak2 dan remaja
di sana, bhw pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bkn pekerjaan hina. shg anak2 tsb dr kecil diajarkan utk tahu menghargai org yg lbh tua.

TANGAN IBUKU

Beberapa tahun yang lalu, ketika ibu saya berkunjung, ia mengajak
saya untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun
yang baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang
lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami
berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut.

Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu
saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang
berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi. Akhirnya, pada
toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun biru yang
cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di
bagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini
saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian, saya
melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah mencoba untuk
mengikat talinya.

Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang
sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya. Seketika
ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya.
Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata saya yang mengalir
keluar tanpa
saya sadari. Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk
ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut.

Pakaian ini begitu indah, dan dia membelinya. Perjalanan belanja kami
telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan
dari ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali
pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan
ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya. Kedua tangan yang
penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan
baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk
saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling
membekas dalam hati saya.

Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil
tangannya,menciumnya dan, yang membuatnya terkejut, memberitahukannya
bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di
dunia ini.

Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat
dengan mata saya yang baru betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang
penuh pengorbanan dari seorang ibu. Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari
kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri.

From: "ferrywel" (CC buletin)

Ibunda, Kenapa Engkau Menangis?

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya.
"Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah
seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya
hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah
mengerti...."

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis?
Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?" Sang ayah menjawab,
"Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang
bisa diberikan ayahnya. Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja
dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pad! a suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan.
" Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?" Dalam mimpinya, Tuhan
menjawab:
"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya,
walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala
bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi
dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima
cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang
menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih,
walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua
anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak
jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.
Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pad a bayi-bayi yang
terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan
saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa
sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah
yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian
dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah
melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji
setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar,
saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya.
Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia
inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita,
walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan! ".

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup,
karena di kakinyalah kita menemukan surga.